Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu mesin paling mematikan bagi kalangan wanita. Tercatat oleh WHO terdapat setidaknya 490 ribu kasus yang muncul tiap tahunnya di seluruh dunia. Dan kabar buruknya, 80% dari penderitanya datang dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri penyakit kanker serviks ini juga memiliki catatan buruk yang panjang. Dalam satu bulan ditemukan setidaknya 1300 kasus baru dan mencatatkan kematian hingga lebih dari 600 orang tiap bulannya. Ini merupakan salah satu catatan terburuk mengenai suatu penyakit dalam riwayat kesehatan modern di Indonesia.

Tingginya kasus kematian ini berasal dari kerapnya pasien tak menyadari keberadaan penyakit ini sampai terdiagnosa sudah dalam stadium yang lebih serius. Pasalnya, penyakit ini kerap kali samar dan kerap kali tidak menunjukan gejala awal yang mudah dikenali.

Terlepas dari perkembangan kasus kanker serviks ini di Indonesia, penyakit ini sendiri termasuk penyakit kanker yang paling tinggi jumlah kasusnya di dunia, untuk kemudian disusul oleh penyakit kanker payudara. Dengan tingkat kematian yang hampir sama.

Penyebab Kanker Serviks

Berdasarkan sebuah ulasan mengenai bagaimana sel kanker bisa tumbuh pada organisasi Cancer Research UK, sel kanker bisa tumbuh karena adanya kerusakan sel yang kronis. kerusakan sel yang tinggi dan berketerusan akan memacu munculnya perilaku pertumbuhan sel yang abnormal hingga akhirnya tumbuh sebagai sel tumor dan berkembang lebih lanjut menjadi sel kanker.

Secara alami, dalam sel terdapat sifat regenerasi dan perbaikan atau repairing. Ketika sel mengalami kerusakan atau keausan, secara normal sel akan membentuk kembali sel baru yang masih segar dan siap menggantikan fungsi dari sel lama yang rusak.

Namun ketika kerusakan menjadi berat dan kronis, ketika sel terus menerus harus melakukan perbaikan bahkan melebihi siklus perbaikan normalnya, maka sistem otomatis ini mulai berperilaku abnormal. Inilah asal muasal dari pertumbuhan sel kanker. Apalagi bersamaan dengan itu terjadi kasus toksinitas dan penumpukan radikal bebas dalam tubuh yang akan bersifat karsinogen atau semacam membangun habitat bagi sel kanker untuk tubuh subur.

Demikian pula dengan pertumbuhan sel kanker serviks. Penyebab kanker serviks memang sudah banyak dikenal orang, yakni efek dari serangan infeksi Human Papilloma Virus atau HPV. Virus ini menyebabkan tumbuhnya sejenis miom-miom kecil yang kemudian banyak dikenal sebagai kutil secara umum. Biasanya tumbuh pada area tubuh yang cenderung lembab dan mudah berlendir. Dan vagina jelas salah satu habitat terbaiknya.

Sebenarnya ada begitu banyak jenis HPV, bahkan dikatakan mencapai angka ratusan. Fakta lain juga mengatakan setidaknya lebih dari 30% wanita dikatakan memiliki HPV dalam area genital mereka. Kadang keberadaan HPV tidak selamanya menimbulkan efek infeksi serius karena akhirnya berhasil dilawan oleh system imunitas tubuh secara alami.

Namun fakta tingginya temuan HPV dalam organ genital wanita ini tidak perlu dikhawatirkan karena sebenarnya tidak semua jenis HPV berbahaya dan bersifat degeneratif atau sangat merusak sel. Hanya 15 jenis dan dua diantaranya yang paling bersifat degeneratif atau sangat merusak sel yakni HPV 16 dan HPV 18. Dikatakan 70 % penyebab kanker serviks diawali dari kasus infeksi kedua jenis HPV.

Reaksi petumbuhan miom kecil yang menyerupai kutil-kutil dalam area kelamin dan liang vagina ini merupakan bentuk dari kerusakan sel yang terjadi karena serangan HPV. Semakin tinggi jumlah HPV dalam tubuh penyebaran miom semakin besar sampai akhirnya muncul iritasi pada area liang vagina sampai ke serviks atau mulut rahim. Mulut rahim sendiri adalah pintu masuk yang menghubungkan antara liang vagina dengan rongga rahim.

Secara alami terdapat gerakan buka tutup secara alami yang bersfat peristaltik pada mulut rahim ini. Namun ketika seseorang mengalami serangan infeksi HPV, gerak alami ini kerap kali malah menimbulkan kerusakan sel karena terjadinya benturan antara kutil-kutil yang tumbuh dalam area ini.

Kerusakan sel ini kemudian berkembang pesat seiring infeksi HPV yang semakin berkembang sampai akhirnya terjadi sistem alami perbaikan sel yang seharusnya terjadi mulai tidak bisa mengimbangi kerusakan yang ada. Hasilnya muncul mutasi gen dimana pertumbuhan dan perbaikan sel yang terjadi berperilaku menyimpang dan mulai membentuk sel prakanker dan sel kanker.

Ketika perilaku pertumbuhan dan perbaikan sel mulai menyimpang dan tidak mendapat tindakan penanganan yang memadai, maka sel kanker akan terus berkembang dan meluas hingga memasuki rongga Rahim. Kerusakan di rongga ini bisa menjadi sangat fatal. Tak hanya akan merusak fungsi seksual wanita tetapi fungsi genital termasuk menyebabkan fertilitas.

Kabar buruknya sel kanker bisa terlepas dari dari perlekatannya pada tubuh yang dikenal dengan kemampuan Metastasis. Kemampuan ini menyebabkan sel kanker dapat larut dalam darah dan menular ke area tubuh dan organ lain disekitar lokasi serangan kanker utama.

Gejala Kanker Serviks

Kebanyakan wanita di Indonesia cenderung kurang waspada terhadap keluhan pada organ genitalnya. Dan itu pula mungkin penyebab tingginya kasus kematian kanker serviks di Indonesia. Karena kebanyakan kasus didiagnosa setelah berada pada stadium akhir.

Bahkan masih cukup jarang kesadaran wanita usia produktif untuk secara rutin memeriksakan diri termasuk melakukan tes pap smear. Tes ini untuk mengetahui kondisi sel dan pertumbuhan biota dalam area vagina. Tes ini akan menemukan jaringan atau sel yang menunjukan perilaku abnormal sehingga bisa dikategorikan sebagai prakanker dan kanker. Juga diketahui adanya pertumbuhan biotik abnormal termasuk keberadaan bakteri, virus dan jamur juga termasuk HPV.

Dengan demikian, penting bagi wanita usia produktif untuk rutin melakukan tes pap smear. Juga untuk lebih waspada terhadap beberapa kondisi dalam tubuh yang bisa jadi sebagai tanda gejala kanker serviks. Beberapa gejala kanker serviks stadium awal kadang memang terkesan samar dan kerap kali dipandang remeh.

Padahal bila saja kasus kanker serviks ditemukan dalam stadium awal, kemungkinan sembuhnya masih diatas 80 %. Lalu apa saja gejala kanker serviks stadium awal yang perlu Anda kenali? Berikut beberapa di antaranya.

  • Produksi cairan vagina yang berlebihan

    Cairan di sini kadang seperti bersifat lebih kental dan berlendir. Cairan juga mengeluarkan aroma kurang sedap seperti lebih asam dari biasanya, malah kadang beraroma amis atau sedikit busuk seperti ikan asin. Warna cairan juga bisa memandu Anda, seperti keluar warna merah muda, cokelat atau putih kekuningan pekat.

  • Muncul rasa nyeri di area perut bawah

    Rasa nyeri biasanya menandakan adanya inflamasi atau peradangan. Dan kebanyakan kasus kanker serviks berawal dari peradangan pada area serviks karena HPV. Sifat sel kanker sendiri adalah korosi atau memakan sel sehat disekitarnya sehingga bisa menimbulkan rasa sakit. Kadang rasa sakit hanya muncul paska beraktivitas seksual. Namun bila rasa nyeri hebat muncul tanpa ada aktivitas terlebih dulu, bisa jadi kondisi lebih berat.

  • Masalah haid yang tidak teratur

    Secara normal terdapat siklus yang teratur pada wanita dalam menstruasi. Kalau siklus mendadak berubah dan haid keluar tanpa ada siklus yang jelas, atau kadang keluar darah di luar siklus secara terus menerus, bisa jadi ini satu tanda kanker serviks.

Pada kondisi yang lebih serius dimana pasien mengalami kanker serviks stadium akhir, kadang kanker sudah mulai menyebar ke area panggul dan menginfeksi beberapa bagian dari tubuh dalam area ini termasuk ligamen, ginjal dan area kemih serta limfa.

Akan muncul gejala kanker serviks yang lebih berat seperti rasa sakit yang kadang menusuk pada area perut bawah, punggung, pinggang kadang sampai ke area dekat tulang ekor. Beberapa kasus disertai perdarahan yang keluar bersama urin atau feses. Juga muncul keluhan sulit buang air kecil dan buang air besar dan penurunan berat badan drastis Karena sel kanker juga menyerap sari makanan dalam tubuh secara agresif.

Pengobatan Kanker Serviks

Secara medis, pengobatan kanker serviks membutuhkan beberapa prosedur khusus yang terkait erat dengan stadium penyakit dan keinginan pasien untuk memiliki anak. Karena dalam salah satu prosedurnya adalah dengan pematian fungsi rahim hingga pengangkatan organ rahim.

Secara umum terdapat beberapa langkah penanganan dalam pengobatan kanker serviks secara medis yakni sebagai berikut:

  • Radioterapi

    Yakni terapi dengan menggunakan gelombang frekwensi yang sifatnya untuk mematikan sel sekaligus mematikan fungsi pertumbuhan sel. Efektifitas terapi ini bergantung pada kondisi stadium penyakit. Sedang efek samping adalah kerusakan pada sel sehat. Kadang menimbulkan masalah pada system motorik, gerak peristaltik alami sampai pada kasus ini bisa menyebabkan masalah dalam aktivitas seksual dan kemandulan.

  • Kemoterapi

    Terapi dengan senyawa kimiawi tertentu yang sifatnya mematikan sel. Efek samping dari terapi ini berkali lipat lebih berat dari radioterapi karena biasanya juga turut menurunkan fungsi sel sehat sekaligus menyebabkan imunitas turun drastis. Pasien akan menjadi rentan dan kesakitan karena beberapa sel sehatnya turut rusak serta pada kasus kanker serviks bisa menimbulkan kemandulan. Terapi ini bisa diterapkan pada stadium awal sebagai penanganan tunggal atau setelah pengangkatan jaringan untuk pencegahan.

  • Pengangkatan jaringan

    Bila sel kanker sudah terlalu besar, kadang diperlukan pengangkatan jaringan dimana sel kanker melekat. Langkah ini tidak akan mematikan fungsi seluruh organ dan setelah masa kemoterapi rampung, pasien akan dipicu untuk melakukan renegerasi sel sehingga fungsi organ kembali pulih.

  • Penyinaran laser

    Dilakukan penyinaran dengan laser untuk mematikan sel abnormal. Pada stadium awal dan menengah, langkah ini terbilang cukup efektif meski kadang juga mematikan sel disekitar sel kanker sehingga bisa menurunkan fungsi organ serviks dan organ rahim.

  • Pengangkatan organ

    Pilihan ini adalah yang terakhir ketika sel kanker tak hanya menghuni jaringan tertentu tetapi mulai merata pada seluruh organ. Biasanya diawali dengan pengangkatan serviks sampai pengangkatan seluruh bagian rahim.

Langkah medis sebenarnya bukan satu-satunya solusi dalam mengatasi kanker serviks. Pengobatan kanker serviks dengan cara medis meski juga efektif tetap menyisakan efek samping yang kadang akan bersifat permanen. Termasuk kerusakan dan disfungsi serviks dan rahim, disfungsi organ disekitar area panggul dan masih banyak lagi.

Itu sebabnya Anda perlu mencari solusi alternatif untuk pengobatan kanker serviks, terutama bila pasien masih dalam stadium awal dan menengah dan masih berharap kondisi kembali pulih seperti semula tanpa ada kerusakan fungsi dan jaringan dalam tubuh, sehingga penderita kanker ini bisa hamil dengan normal dan dapat beraktivitas seksual seperti biasa.

Lalu, bagaimana saja pengobatan kanker serviks secara alternatif itu? Salah satunya dengan herbal kanker serviks. Herbal tersebut mampu bekerja dengan cara yang alami khusus menangani kondisi-kondisi yang mendorong pertumbuhan sel kanker serviks.

Kemampuan tersebut antara lain dengan menurunkan sifat karsinogen, memiliki sifat anti virus sehingga melawan keberadaan HPV, meningkatkan imunitas, serta membantu mematikan kemampuan pertumbuhan sel kanker secara aktif. Dan beberapa Herbal kanker serviks tersebut adalah:

  • Crystal X

    Hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker yang terbukti efektif menumpas berbagai jenis tumor dan kanker baik jinak ataupun ganas.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai penyakit kanker serviks. Rupanya ada banyak alternatif pengobatan kanker serviks selain dengan metode medis modern. Tak ada salahnya bukan menjajal pengobatan kanker serviks dengan metode herbal ini?

Terutama untuk jenis herbal terakhir, karena terbukti aman untuk Anda di gunakan bersama pengobatan medis, karena sifatnya bukan korotif sehingga tidak menurunkan khasiat dan kandungan dari obta-obat medis yang pasien konsumsi. Setidaknya cara herbal ini bisa menjadi solusi pengobatan kanker serviks yang lebih aman dan rendah resiko efek samping.