Benarkah Posisi Miring Merupakan Posisi Tidur Terbaik?

Benarkah Posisi Miring Merupakan Posisi Tidur Ideal?

Setiap orang memiliki posisi tidur favoritnya masing-masing. Ada yang suka tidur terlentang dengan kepala menghadap langit-langit, ada yang suka tidur miring dengan posisi perut di bawah, dan ada juga yang lebih suka tidur dengan tertelungkup atau posisi pinggang berada di bagian atas.

Secara alami, kita mencari posisi tidur yang menurut kita nyaman dan mampu membuat kita tertidur pulas. Pada dasarnya, kita semua beristirahat sehingga wajar jika tubuh kita mencari posisi yang nyaman. Tetapi, sebuah laporan terbaru yang dipublikasikan oleh The Journal of Neuroscience mengungkapkan bagaimana posisi tidur yang baik dan posisi tidur yang sebaiknya dihindari.

Penelitian menunjukkan bahwa sebaiknya kamu tidur dengan posisi miring karena pada posisi tersebut terjadi pembersihan ‘limbah otak’. Limbah otak terdiri dari zat kimiawi seperti amyloid dan tau protein yang bisa membuat kerja otak menjadi lebih lama.

Sebuah percobaan dilakukan pada binatang pengerat untuk menemukan apakah posisi tidurnya berpengaruh terhadap berapa banyak limbah yang dibuang dari otak.

Saat tidur, cerebrospinal fluid (CSF) mengalir melewati saluran pembuangan otak dan bercampur dengan interstitial fluid (ISF) yang secara alami membersihkan semua limbah. Pada percobaan tersebut, MRI (magnetic responance imaging) digunakan untuk meneliti proses ini.

Dengan bantuan model kinetik, pertukaran CSF dan ISF termonitor. Hasil menunjukkan bahwa tidur dengan posisi miring merupakan posisi tidur paling efektif untuk membersihkan saluran pembuangan pada otak.

Meskipun belum teruji pada manusia, penemuan ini bisa menjadi penemuan paling inovatif karena bisa mengurangi tingkat penyakit saraf seperti dementia hingga penyakit tidur seperti insomnia. Selain itu, fakta ini juga bisa menepis anggapan ketidakmampuan otak untuk membersihkan limbah yang bisa memicu hilang ingatan, bahkan penyakit Alzheimer.

Advertisements